Sabtu, 02 Oktober 2010

jangan dekati aku


embun pun tak mampu menyejukkan hati ini
semakin membara tersulut api kemarahan
jangan dekatiku kalau kau tak mau terluka
pergi!
pergi!
jahui diriku
kau tidak mempunyai air untuk meredam semuanya

ini cara ku membuatmu jauh dariku
biar diri ini saja yang akan mengarang dan mengabu
kau tidak perlu tahu musnahnya hati ini

datanglah jika api itu telah padam
jangan datang ketika masih menyala walau setitik
kau tahu?
api itu akan melahap mu

tapi jika kau datang ketika api itu padam maka kau tidak akan terluka
kau hanya akan melihat sisa pembakaran

abu itu telah terbang bersama angin
abu itu telah lenyap bersatu dengan tanah

jangan dekatiku saat ini
biar api ini membara hingga puas

setelah itu kau temukan aku telah berubah!

tak ada yang tahu


apa yang ku mau
hanya Tuhanku dan aku yang tahu

jangan kau cari tahu
apalagi sok tahu

apalagi jika hati ini sedang tergores luka
jangan kau coba tuk mengobatinya
kau bukan ahlinya

yang ada bukan obat luka yang kau teteskan
tapi air jeruklah yang kau teteskan diatas lukaku

bukan meeredakan luka yang ada
tapi menambah perih yang dirasa

ini diriku
yang tahu hanya Tuhanku dan aku

suara hati kecil


suara hati kecil itu bersenandung berbisik
menggema bersama suara nafsu yang berteriak
biar berbisik suara hati kecil itu bak nyanyian surgawi
suara itu tidak akan berdusta
meski ketamakkan merajai menguasai nafsu

cobalah dengarkan dengan lebih seksama
pasti kau kan menemukannya
kau temukan itu disela-sela himpitan suara beraroma amara dan nafsu belaka

apa yang didengungkan hati kecil itu tidak akan berbohong
yang berbohong itu sesungguhnya dirimu yang telah dikuasai nafsu

biarkan orang menderukan cacian atas hati kecilmu
kau tau!
deruan itu akan mati bersama waktu
karena deruan itu diselimuti kemarahan yang bertemankan setan

Tuhan dan malaikatNya berbisik sejuk
membisikkan suara merdu berbalut embun
karena merekalah yang tau kalau itu tidak salah

cinta gila


jika cinta itu gila
siapa yang gila?
kenapa bisa gila?

jika cinta buta
apanya yang buta?
karena apa dia buta?

wahai sang pujangga cinta
ajarkanlah anak ingusan pengemis cinta ini
menjadi pejuang cinta yang tangguh

hai para penguasa cinta
bantulah anak itu mengais kembali cinta-cinta yang terbuang
cinta yang terbuang diantara pengego dunia

jika cinta tak harus memiliki
lalu siapa yang berhak memilikinya?
bagaimana mencintai sesuatu yang tidak bisa dimiliki?

dipersimpangan malam itu
cinta menjelma menjadi gila
cinta telah membutakan diri
dan cinta berusaha ikhlas untuk tidak memiliki

diaduk oleh mixer yang bernama hati
lalu ramuan itu meracik kata:
"selamat tinggal cinta"

asa


bukan takdirku
tapi keputusanku

memendam asa sedalam samudra
menulis asa dipinggir pantai
membakar asa dengan api membara

biarkan asa terkubur dalam
biarkan asa terhapus ombak yang menyapu tepian pantai
dan biarkan asa hangus menjadi abu

ku bukan pecundang
kabur meninggalkan segala asa

ini semua pilihan jalan yang ku tempuh

sekali lagi!
ini bukan takdir
tapi ini keputusan ku

anniversary......................


anniversary 20 tahun.................

long long journey
setiap lubang kesalahan telah mengajarkanku
mengajarkan untuk bangkit
bukan malah terpuruk diam dalam lubang nista itu
memberi isyarat bahwa disana ada lubang hitam kelam
memoriku menyimpan pesan itu
dan ku berjanji tidak akan terjerumus kedalam lubang yang sama

dalam perjalanan panjang ini ku tidak sendiri
Tuhan mengutus malaikat-malaikatnya untukku
malaikat yang menjelma menjadi orang-orang yang menyayangiku tanpaa pamrih
mereka menggenggam erat setiap celah jari-jariku
siap menopang dan membantuku bangkit ketika terjatuh

ku tak pernah tau dimana ujung dari perjalanan ini
ku tak pernah tau sudah sejauh mana perjalanan ini
apa sudah setengah perjalanan?
apa baru seperempat perjalanan?
atau bahkan sebenarnya perjalanan ini akan usai!
ku tak pernah tau

Tuhan memberikanku sebuah peta untuk sampai tujuan
peta itu bernama kitab suci
meskipun kadang kali lupa bahwa ku memiliki peta tersebut
tapi setiap kali tersesat nurani ini membimbing untuk kembali kepada peta itu

Tuhan!
beri aku kesempatan untuk meneruskan perjalanan panjang ini
sampai aku menemukan Mu di jalan Mu

Tuhan!
hidup dan matiku hanya untuk Mu

Jumat, 01 Oktober 2010

jika itu memang dirimu


sebelumnya hati ini kosong
tanpa udara sejuk, hampa
tanpa embun, gersang
tanpa cahaya, gelap gempita

lalu kau datang
tanpa pernah ku kira

kau bawakan ku sesercah cahaya dari sinar matamu
mencoba menyinari gelapnya hati

kau basahi lahan gersang dihati ini dengan embun kata-katamu
dan kau berikan kesejukan ini dengan suara sejukmu

ketika hati ini mulai mengerti
rasa takut menghampiri
takutkan dirimu
takutkan kedatanganmu

ku takut ini hanya siluet indah
ku takut ini hanya fatamorgana ditengah gersangnya hati
ku takut ini hanya udara yang akan hilang dalam sekejap

keyakinan terus ku bangun atas namamu
kerapuhan hati ku kuatkan atas namamu

semoga itu akan rampung atas namamu
kuyakinkan itu
jika memang itu dirimu