Jumat, 24 Desember 2010

siapa yang telah mengotori

pasukan Garuda lapangan hijau tengah terbang tinggi
setelah tertidur lama
kini Sang Garuda menunjukkan keperkasaannya

namun beberapa polusi berusaha mengotorinya
pada awalnya amukan supporter adalah polusi tersebut
lalu, apakah kini amukan supporter masih dijadikan kambing hitam?

supporter kecewa akan kinerja penjualan tiket PSSi
terus tidak "becus" urusi masalah ini
berdalih akan memperbaiki
namun nihil

masikah supporter sebagai faktor yang mengotori prestasi tersebut?

masih ingat kehadiran Pemimpin Negara kita dengan salah seorang pemimpin ParpoL?

entah uang siapa yang telah dikorbankan
Lalu pernyataan Nurdin tentang penurunan harga tiket
Abang **** adalah senior saya
http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-dunia/10/12/23/154027-turunnya-harga-tiket-karena-perintah-ical
sebagai generasinya masa saya membantahnya
lalu sebuah hibah dari Sang senior

dan yang terakhir penyewaan pesawat dari anak perusahaan sang senior

Jangan kotori sportifitas sebuah olahraga ini pak!
ini bukan ladang politikmu
ini bukan arena ajang kekuatan ParpoL

biarkan olahraga ini menjadi hak semua Rakyat Indonesia
tanpa kalian kotori secuil debu pun



Kamis, 23 Desember 2010

kemana perginya hati ini

kala guguran hati berjatuhan
akibat kegersangan hidup
entah kemana guguran itu pergi
selalu ku biarkan angin membawanya
ketempat yang dinginkan angin

hati ini berdiri sendiri
mungkin kini tak sekuat dulu
semakin rapuh
rapuh oleh kesendirian dikeramaian

belum ku temukan sang tani
yang mampu menjadikan ku tumbuh kuat

Minggu, 19 Desember 2010

ketika api membara tiba-tiba hujan

suasana Gelora Bung KArno (GBK) tidak seperti biasa
dipenuhi ribuan orang dari berbagai belahan Indonesia
semua datang dengan beribu cerita perjuangan
berjuang berangkat ke Jakarta
dan sebuah perjuangan untuk memberikan suntikan semangat

pemandangan ini memang sedang ramai dibicarakan
semua tahu prestasi TIMNAS sedang mengeliat
bak burung garuda yang telah bangun dari tidur panjangnya

jika menarik sedikit kebelakang
PSSI ditegur karena dianggap tidak mampu menghadirkan penonton
perstasi TIMNAS pun masih terpuruk
masih teringat dibenak saya
jika memasuki babak ke-2 pemain Indonesia sudah terlihat loyo
bahkan ketika Indonesia bermain dikandang sendiri melawan Oman
saking geregetannya seorang penonton nekat memasuki lapangan pertandingan
ia kecewa terhadap PSSi

lain dulu lain sekarang
pasukan Garuda mulai menunjukkan keperkasaannya
terbang secara bertahap untuk memperoleh tempat tertinggi

namun semangat yang bak api membara itu seolah tersirami hujan lokal
ribuan supporter dibiarkan luntang lantung tanpa keterangan
hingga tindakan rusuh pun tak terhindarkan


sesungguhnya siapa yang mengotori dan siapa yang dikotori?
hujan lokal itu tidak lain adalah panitia EO penjualan tiket piala AFF
ratusan supporter pada tanggal 18-12-2010 dibohongi dengan dusta panitia
kupon?

sebenarnya saya sudah menduganya
jika itu hanya akal-akalan panitia untuk meredam kekecewaan panitia
terus berjanji
dan terus berdusta

tapi semoga hujan lokal itu tidak memadamkan api semangat supporter
terus SEMANGAT

Kamis, 09 Desember 2010

I could live without you

you're only part of the puzzle pieces of this heart
puzzle pieces that may be too large or too small
or puzzle pieces you have ego you ingested obsolete



You are not my pulse
you're not  my breath
and you're not my neck veins
that when it is lost then I will die

I'm still alive
I still stand firm
I still go strong

Do not you think I was dead
Do not you think I'm fragile

I'm still alive
and I'll live without you